| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – EAMG yang diinduksi peptida R97-116 sangat mirip dengan MG manusia dengan patologi yang dimediasi antibodi dan kelemahan otot.
Titik akhir yang ditandai dengan baik – Berat badan, kekuatan otot (tes kekuatan cengkeraman), kadar antibodi anti-AChR serum (ELISA), histopatologi otot (H&E).
Nilai translasi – Ideal untuk menguji imunomodulator, penghambat FcRn, penghambat komplemen, dan terapi spesifik antigen.
Opsi spesies – Tersedia dalam strain tikus Lewis dan tikus C57BL/6.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
R97-116 Model MG yang Diinduksi Peptida


• Uji efikasi imunomodulator (kortikosteroid, mikofenolat, siklosporin), penghambat FcRn, penghambat komplemen (anti-C5), dan obat biologis
• Validasi target untuk patologi yang dimediasi antibodi AChR
• Penemuan biomarker (antibodi anti-AChR, faktor komplemen)
• Studi mekanisme kerja (MOA) untuk gangguan neuromuskular autoimun
• Studi farmakologi yang mendukung IND
Parameter |
Model Tikus MG |
Model Tikus MG |
Spesies/Strain |
Tikus Lewis |
tikus C57BL/6 |
Metode induksi |
Imunisasi dengan peptida R97-116 (AChR α subunit 97-116) pada CFA, dengan imunisasi booster | |
Durasi studi |
4–8 minggu |
4–8 minggu |
Titik akhir yang penting |
Berat badan, kekuatan otot (kekuatan cengkeraman), titer antibodi anti-AChR serum, histopatologi otot (H&E), analisis sambungan neuromuskular (opsional) |
Berat badan, kekuatan otot, antibodi serum anti-AChR |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, pengukuran kekuatan genggaman, data ELISA, slide histologi, bioinformatika (opsional) | |
A1: Ini adalah model eksperimental autoimun myasthenia gravis (EAMG) yang dibuat dengan mengimunisasi hewan dengan peptida R97-116. Ini merekapitulasi ciri-ciri patologis miastenia gravis pada manusia, suatu penyakit autoimun yang merusak transmisi neuromuskular.
A2: Kami mengadopsi tikus C57BL/6 dan tikus Lewis untuk membuat model MG yang diinduksi peptida R97-116. Keduanya merupakan alat yang terkenal untuk penelitian MG praklinis.
A3: Kami memantau berbagai indikator termasuk berat badan, kekuatan otot, tingkat antibodi anti-AChR serum, dan histopatologi otot melalui pewarnaan H&E untuk evaluasi komprehensif.
A4: Pemodelan dimulai dengan imunisasi peptida R97-116 pada Hari ke-0. Pengamatan dan deteksi yang relevan akan berlangsung hingga Hari ke-70 untuk menilai perkembangan gejala MG.