| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – Merekapitulasi patologi nodul paru manusia dengan lesi mirip granuloma, infiltrasi sel imun, dan gangguan fungsi paru.
Didorong oleh mekanisme – Kompleks SodA-Ni⊃2;⁺ mengaktifkan respons sel T dan makrofag, meniru pembentukan nodul inflamasi kronis yang dipicu oleh antigen.
Titik akhir yang komprehensif – Berat badan, tes fungsi paru, histopatologi paru (HE dengan skor nodul), gambaran patologis yang khas.
Nilai translasi – Ideal untuk menguji obat antiinflamasi, imunomodulator, dan terapi yang menargetkan peradangan granulomatosa.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
Model PN yang Diinduksi SodA pada Tikus C57BL/6

• Uji efikasi obat antiinflamasi (kortikosteroid, NSAID) dan imunomodulator
• Evaluasi biologis yang menargetkan aktivasi sel T atau fungsi makrofag
• Validasi target untuk peradangan granulomatosa dan patologi paru yang dimediasi imun
• Penemuan biomarker (sitokin inflamasi, tanda sel imun)
• Studi farmakologi dan toksikologi yang mendukung IND
Parameter |
Spesifikasi |
Spesies/Strain |
tikus C57BL/6 |
Metode induksi |
Pemberian peptida SodA intratrakeal (dengan tag His) yang dikomplekskan dengan Ni⊃2;⁺ |
Durasi studi |
14–28 hari pasca induksi |
Titik akhir yang penting |
Berat badan, tes fungsi paru (misalnya kepatuhan, resistensi), histopatologi paru (pewarnaan HE dengan skor nodul), gambaran patologi yang khas, opsional: flow cytometry untuk infiltrasi sel imun, profil sitokin (IFN-γ, TNF-α, IL-6), imunohistokimia |
| Kontrol positif | Kortikosteroid (misalnya deksametason) tersedia sebagai referensi senyawa antiinflamasi |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, data fungsi paru, slide histologi, bioinformatika (opsional) |
T: Bagaimana SodA menginduksi nodul paru pada tikus?
A: Peptida SodA dengan tag His membentuk kompleks antigen-logam yang stabil dengan Ni⊃2;⁺, yang bertahan secara lokal di paru-paru. Kompleks ini diambil oleh sel penyaji antigen, mengaktifkan respons sel T, sementara Ni⊃2;⁺ bertindak sebagai bahan pembantu untuk memperkuat peradangan, menyebabkan infiltrasi makrofag dan sel T serta pembentukan nodul mirip granuloma.
T: Apa persamaan utamanya dengan nodul paru pada manusia?
J: Model ini menunjukkan lesi mirip granuloma yang jelas, infiltrasi sel imun (makrofag, sel T), dan perubahan fungsi paru, yang sangat mirip dengan nodul paru yang mengalami inflamasi dan dimediasi oleh imun pada manusia.
T: Apakah model ini dapat digunakan untuk studi yang men
J: Ya. Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP untuk pengajuan regulasi (FDA, EMA).
T: Apakah Anda menawarkan protokol penelitian yang disesuaikan (misalnya, dosis SodA yang berbeda, waktu pengobatan)?
J: Tentu saja. Tim ilmiah kami menyesuaikan protokol induksi, jadwal pengobatan, dan analisis titik akhir untuk kandidat obat spesifik Anda.
T: Apa jadwal umum untuk studi kemanjuran percontohan?
J: Studi percontohan biasanya berjalan 2-4 minggu pasca induksi, dengan penilaian pembentukan nodul dan perubahan fungsi paru pada titik akhir studi.