| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – Merekapitulasi PsA manusia dengan peradangan kulit dan sendi secara bersamaan, keterlibatan sumbu TNF-α/IL-17.
Tersedia beberapa strain – DBA/1 (kerentanan tinggi) dan C57BL/6 (sedang, cocok untuk penelitian transgenik).
Titik akhir yang komprehensif – Berat badan, skor psoriasis, skor arthritis, histopatologi kulit dan sendi (HE), splenomegali, profil sitokin.
Nilai translasi – Ideal untuk menguji biologis (anti-TNF, anti-IL-17, anti-IL-23), penghambat JAK, dan imunomodulator.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
Model PsA yang Diinduksi Mannan di DBA/1

Model PsA yang Diinduksi Mannan di C57BL/6

• Uji efikasi obat biologis yang menargetkan TNF-α (etanercept, adalimumab), IL-17 (secukinumab, ixekizumab), dan IL-23 (guselkumab)
• Evaluasi inhibitor JAK (tofacitinib, upadacitinib), inhibitor PDE4 (apremilast), dan imunomodulator molekul kecil
• Validasi target untuk sumbu Th17/IL-17 dan interaksi makrofag-sel T di PsA
• Penemuan biomarker (profil sitokin, subset sel imun)
• Studi farmakologi dan toksikologi yang mendukung IND
Parameter |
Model DBA/1 PsA |
Model C57BL/6 PsA |
Spesies/Strain |
tikus DBA/1 |
tikus C57BL/6 |
Metode induksi |
Injeksi mannan intraperitoneal (10–20 mg/tikus) pada hari ke 0 dan hari ke 7 | |
Durasi studi |
7–21 hari | 7–21 hari |
Titik akhir yang penting |
Berat badan, skor psoriasis (0–4), skor arthritis (0–4), histopatologi kulit/sendi (HE), splenomegali, sitokin serum (TNF-α, IL-17A) |
Berat badan, skor psoriasis (0–4), skor arthritis (0–4), histopatologi kulit/sendi (HE), splenomegali, sitometri aliran opsional |
| Kontrol positif | Antibodi anti-TNF atau deksametason | Antibodi anti-TNF atau deksametason |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, skor klinis, slide histologi | Data mentah, laporan analisis, skor klinis, slide histologi |
T: Apa perbedaan antara model DBA/1 dan C57BL/6 PsA?
J: Tikus DBA/1 sangat rentan dan mengalami peradangan kulit dan sendi yang parah, menjadikannya ideal untuk studi kemanjuran. Tikus C57BL/6 mengembangkan fenotip yang lebih ringan namun dapat direproduksi dan cocok untuk manipulasi genetik dan studi transgenik.
T: Apa perbedaan PsA yang diinduksi mannan dengan model PsA lainnya?
J: Model mannan secara unik menggabungkan lesi mirip psoriasis kulit dan peradangan sendi dalam satu protokol induksi cepat. Hal ini didorong oleh TNF-α dan IL-17A, meniru patogenesis PsA manusia, dan sangat dapat direproduksi.
T: Apakah model ini dapat digunakan untuk studi yang mendukung IND?
J: Ya. Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP untuk pengajuan regulasi (FDA, EMA).
T: Apakah Anda menawarkan protokol penelitian yang disesuaikan (misalnya, dosis mannan yang berbeda, waktu pengobatan)?
J: Tentu saja. Tim ilmiah kami menyesuaikan protokol induksi, jadwal pengobatan, dan analisis titik akhir untuk kandidat obat spesifik Anda.
T: Apa jadwal umum untuk studi kemanjuran percontohan?
J: Penelitian biasanya berlangsung 14–21 hari pasca induksi, dengan timbulnya penyakit dalam 3–5 hari dan skor puncak sekitar hari ke 10–14.