| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – Merekapitulasi IgAN manusia dengan deposisi IgA mesangial, proteinuria, dan glomerulonefritis.
Dua opsi strain – model BALB/c dan C57BL/6 tersedia untuk menyesuaikan dengan latar belakang genetik dan kebutuhan eksperimental yang berbeda.
Titik akhir yang komprehensif – Berat badan, albumin urin (ALB), kadar IgA serum, histopatologi ginjal (HE, imunofluoresensi IgA).
Nilai translasi – Ideal untuk menguji imunomodulator, kortikosteroid, dan agen renoprotektif untuk nefropati IgA.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
Nefropati IgA yang Diinduksi BSA pada BALB/c

Nefropati IgA yang Diinduksi BSA pada C57BL/6

• Uji efikasi imunomodulator (kortikosteroid, mikofenolat, siklofosfamid) untuk IgAN
• Evaluasi agen renoprotektif dan penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).
• Validasi target untuk deposisi kompleks imun IgA dan aktivasi sel mesangial
• Penemuan biomarker (albuminuria, kadar IgA serum)
• Studi farmakologi dan toksikologi yang mendukung IND
Parameter |
Model IgAN BALB/c |
Model IgAN C57BL/6 |
Spesies/Strain |
tikus BALB/c |
tikus C57BL/6 |
Metode induksi |
Pemberian kombinasi albumin serum sapi (BSA) + karbon tetraklorida (CCl₄) + lipopolisakarida (LPS) | |
Durasi studi |
6–8 minggu | 6–8 minggu |
Titik akhir yang penting |
Berat badan, albumin urin (ALB), histopatologi ginjal (HE), deposisi IgA mesangial |
Berat badan, albumin urin (ALB), kadar IgA serum, histopatologi ginjal (HE), imunofluoresensi IgA |
| Kontrol positif | Kortikosteroid (misalnya prednisolon) tersedia sebagai senyawa referensi | |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, analisis urin, slide histologi (HE, IgA IF), bioinformatika (opsional) | |
T: Bagaimana BSA menginduksi nefropati IgA pada tikus?
A: BSA membentuk agregat makromolekul yang bergabung dengan IgA untuk membentuk kompleks imun. CCl₄ menginduksi kerusakan hati, meningkatkan produksi IgA, sementara LPS bertindak sebagai bahan pembantu. Kompleks ini disimpan di mesangium glomerulus, memicu peradangan, proteinuria, dan glomerulonefritis.
T: Apa perbedaan antara model IgAN BALB/c dan C57BL/6?
J: Kedua strain mengembangkan deposisi IgA mesangial dan proteinuria. Tikus C57BL/6 mungkin menunjukkan peningkatan IgA serum yang lebih jelas, sehingga cocok untuk mempelajari respons IgA sistemik. Tikus BALB/c biasanya digunakan untuk mengevaluasi titik akhir patologi ginjal dan proteinuria.
T: Apakah model ini dapat digunakan untuk studi yang mendukung IND?
J: Ya. Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP untuk pengajuan regulasi (FDA, EMA).
T: Apakah Anda menawarkan protokol penelitian yang disesuaikan (misalnya, dosis BSA yang berbeda, waktu pengobatan)?
J: Tentu saja. Tim ilmiah kami menyesuaikan protokol induksi, jadwal pengobatan, dan analisis titik akhir untuk kandidat obat spesifik Anda.
T: Apa jadwal umum untuk studi kemanjuran percontohan?
J: Penelitian biasanya berjalan 6–8 minggu pasca induksi, dengan proteinuria dan histopatologi dinilai pada titik akhir.