| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – Merekapitulasi KOA manusia: degenerasi tulang rawan, pembengkakan sendi, dan perilaku terkait nyeri.
Titik akhir yang dapat diukur – Berat badan, lebar sendi lutut (pengukuran kaliper), distribusi beban kaki (asimetri menahan beban), skor pewarnaan matriks tulang rawan (Safranin O/Fast green), histopatologi (HE, toluidine blue).
Didorong oleh mekanisme – MIA menghambat glikolisis kondrosit, menginduksi apoptosis dan degradasi tulang rawan progresif, meniru perubahan metabolik dan struktural pada osteoartritis.
Nilai translasi – Ideal untuk menguji obat osteoartritis pemodifikasi penyakit (DMOAD), analgesik (NSAID, opioid), dan agen antiinflamasi.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
Model SD KOA yang Diinduksi MIA

• Uji efikasi obat osteoartritis pemodifikasi penyakit (DMOAD) termasuk inhibitor cathepsin K, modulator jalur Wnt, dan agen anabolik
• Evaluasi analgesik (NSAID, inhibitor COX-2, opioid, cannabinoid) untuk nyeri osteoartritis
• Validasi target untuk degradasi tulang rawan dan jalur nyeri
• Penemuan biomarker (penanda degradasi tulang rawan, mediator inflamasi)
• Studi farmakologi dan toksikologi yang mendukung IND
Parameter |
Spesifikasi |
Spesies/Strain |
Tikus Sprague-Dawley (SD). |
Metode induksi |
Injeksi monoiodoacetate (MIA, 1-3 mg dalam 50 μL saline) intra-artikular ke dalam sendi lutut |
Durasi studi |
1–8 minggu (fase akut hingga kronis) |
Titik akhir yang penting |
Berat badan, lebar sendi lutut (kaliper), distribusi beban kaki (asimetri bantalan beban), skor pewarnaan matriks tulang rawan (Safranin O/Fast green), histopatologi (HE, toluidine blue, skor OARSI), opsional: allodynia mekanis (von Frey), analisis gaya berjalan, biomarker serum (COMP, CTX-II) |
| Kontrol positif | NSAID (misalnya indometasin) atau DMOAD tersedia sebagai senyawa referensi |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, slide histologi, data perilaku, bioinformatika (opsional) |
A1: Kami menyediakan model KOA dewasa yang diinduksi monoiodoacetate (MIA) menggunakan tikus Sprague Dawley (SD) untuk penelitian OA praklinis.
A2: Injeksi MIA intra-artikular menghambat glikolisis aerobik kondrosit dan memicu apoptosis kondrosit. Ini secara efektif menginduksi degenerasi dan nyeri sendi, mensimulasikan gambaran patologis osteoartritis lutut manusia.
A3: Kami menilai berat badan dan lebar sendi lutut secara klinis. Kami juga mendeteksi distribusi beban kaki, menghitung skor OARSI, dan melakukan pewarnaan khusus untuk analisis patologi tulang rawan.
A4: Suntikan MIA tunggal dilakukan pada Hari 0. Keseluruhan percobaan berlangsung selama 42 hari hingga semua observasi dan pengujian selesai.