| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
Relevan secara klinis – ALI yang diinduksi LPS sangat mirip dengan ALI/ARDS manusia dengan peradangan akut, infiltrasi leukosit, dan edema paru.
Titik akhir yang komprehensif – jumlah sel BALF (limfosit, neutrofil, makrofag), profil sitokin (MCP-1, IL-6, IL-10), histopatologi paru (HE, IHC), penilaian edema paru (rasio basah/kering).
Didorong oleh mekanisme – LPS mengaktifkan sinyal TLR4, memicu jalur NF-κB dan respons inflamasi yang kuat, mencerminkan cedera paru akibat sepsis Gram-negatif.
Nilai translasi – Ideal untuk menguji obat antiinflamasi, penghambat sitokin, penghambat neutrofil elastase, dan terapi berbasis sel.
Paket data yang siap untuk IND – Studi dapat dilakukan sesuai dengan prinsip GLP.
Model ALI yang Diinduksi LPS pada Tikus BALB/c

• Uji efikasi obat anti inflamasi (kortikosteroid, NSAID), inhibitor sitokin (anti-IL-6, anti-TNF-α), dan inhibitor neutrofil elastase
• Evaluasi terapi sel induk mesenkim (MSC) dan pengobatan berbasis vesikel ekstraseluler
• Validasi target untuk pensinyalan TLR4, jalur NF-κB, dan kaskade inflamasi
• Penemuan biomarker (profil sel BALF, tanda sitokin, penanda cedera paru)
• Studi farmakologi dan toksikologi yang mendukung IND
Parameter |
Spesifikasi |
Spesies/Strain |
tikus BALB/c |
Metode induksi |
Pemberian lipopolisakarida intratrakeal, intranasal, atau intraperitoneal (LPS, 5–10 mg/kg) |
Durasi studi |
Akut: 6–48 jam pasca pemberian LPS |
Titik akhir yang penting |
Jumlah sel BALF (total dan diferensial: neutrofil, makrofag, limfosit), kadar sitokin BALF (MCP-1, IL-6, IL-10 oleh ELISA), histopatologi paru (pewarnaan HE dengan skor cedera paru), imunohistokimia (IHC) untuk penanda inflamasi, rasio berat basah/kering paru (edema paru), opsional: aktivitas MPO, penanda stres oksidatif |
Paket data |
Data mentah, laporan analisis, jumlah sel BALF, hasil ELISA, slide histologi (HE, IHC), bioinformatika (opsional) |
A1: Kami membuat model cedera paru akut klasik pada tikus BALB/c yang diinduksi oleh Lipopolisakarida (LPS).
A2: LPS memicu peradangan paru-paru yang parah, menyebabkan infiltrasi leukosit, edema paru, dan kerusakan pada penghalang epitel dan endotel paru-paru, yang mirip dengan ALI pada manusia.
A3: Kami mendeteksi limfosit, neutrofil, dan makrofag di BALF, menguji sitokin inflamasi termasuk MCP-1, IL-6, dan IL-10, serta melakukan pewarnaan HE dan IHC untuk analisis patologis.
A4: LPS diberikan untuk menyebabkan cedera. Perawatan obat dimulai dalam 2 jam, dan semua sampel serta deteksi selesai dalam 24 jam.